Yogyakarta Penuh Cinta part 1
Sore
hari di sebuah provinsi yang memiliki banyak Perguruan Tinggi, aku memacu
kendaraan roda dua berwarna merah dengan kecepatan rendah sambil menikmati
indahnya pemandangan yang tersaji sangat indah. Tempat ini merupakan tujuan
bagi para pelancong baik lokal maupun mancanegara, dikarenakan berbagai macam hal
yang disajikan kepada para wisatawan sehingga menarik perhatian untuk
dikunjungi. Budaya merupakan salah satu hal yang ditawarkan oleh daerah ini,
keberadaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi hal yang istimewa dan
menjadi pokok perhatian pengunjung jika berkunjung ke Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY). Dengan keistimewaan tersebut menjadikan budaya di Yogyakarta
cukup terjaga dan masih dilaksanakan pada kesempatan-kesempatan tertentu. Namun,
perkembangan zaman saat ini sudah sangat cepat sehingga peningkatan teknologi
juga meningkat. Peningkatan teknologi berpengaruh pada kebiasaan yang dilakukan penduduk.
Selain
budayanya, Yogyakarta memiliki ciri khas lain yang menarik bagi para wisatawan
yaitu makanan yang bernama Gudeg. Makanan dengan cita rasa manis penuh
didampingi dengan lauk ayam kampung dan telur menjadikan makanan satu ini
sebagai ciri khas kota pelajar. Dengan kata lain bahwasannya gudeg hanya ada di
kota jogja, makanan ini banyak digemari masyarakat terutama para pecinta
makanan manis. Layaknya wilayah yang menjadi tujuan destinasi wisata, Yogyakarta
saat ini telah banyak penginapan baik dari harga yang termurah hingga harga
yang tertinggi dengan fasilitas beragam yang setiap hari libur menampung wisatawan
untuk menginap. Yogyakarta juga menjadi ramai dan penuh sesak ketika hari libur
terutama pada kawasan tertentu seperti malioboro, keratin, alun-alun, pantai
parangtritis, candi prambanan dan tempat wisata lainnya. Dengan banyaknya
tempat wisata menarik mengakibatkan terjadi peningkatan jumlah wisatawan,
peningkatan jumlah wisatawan mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi di DIY namun
peningkatan pertumbuhan ekonomi itu terjadi hanya disekitar tempat wisata
terutama di kota Yogyakarta, berbeda jauh dengan wilayah DIY yang berada dipinggiran
seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo. Wilayah pinggiran
tersebut sebenarnya memiliki daya tarik tersendiri yang menarik untuk digali dan
dikembangkan, hal yang dapat dikembangkan seperti kesenian, makanan, dan wisata
alam. Kesenian seperti tarian yang setiap kelurahan berbeda dengan kelurahan
lain, baik juga makanan terdapat ciri khas yang tidak terdapat di kota lain
seperti walang goreng, wisata alam yang menarik dan bagus. Semua keunggulan-keunggulan
yang ada di masing-masing wilayah seharusnya ditingkatkan oleh masyarakat dan
mendapat dukungan oleh pemerintah daerah karena perlu pendampingan dan biayay
yang cukup untuk pengembangan.
Sisi
lain Yogyakarta ialah sebagai kota pelajar, banyaknya Perguruan Tinggi di kota
ini menjadikan Yogyakarta sebagai kota pelajar. Banyaknya Perguruan Tinggi menyebabkan
peningkatn jumlah penduduk yang ingi menimba ilmu di Yogyakarta, Khususnya di
Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Peningkatan jumlah penduduk tersebut
secara tidak langsung dapat meingkatkan perekonomian karena penyedia kos-kosan
di wilayah tersebut meningkat dan penjual makanan pun ikut meningkat. Jumlah penduduk
yang mengalami peningkatan tersebut tidak hanya menjadikan perekonomian baik,
tetapi ada dampak yang kurang baik yaitu pada sector kebersihan dan tata letak
rumah. Tata letak rumah ketika terjadi peningkatan pembangunan oleh masyarakat
masih banyak yang tidak memperhatikan lingkungan seperti penggunaan bantaran
kali, penutupan resapan air dengan beton, dan penebangan pohon yang dapat
berakibat buruk bagi lingkungan baik pada saat ini atau dimasa yang akan
datang. (Bersambung…)
Komentar
Posting Komentar